Renungan GKE

Minggu, 16 Februari 2014

MENATA KEHIDUPAN SEBAGAI UMAT TUHAN





Nehemia 7:4-38

Pada perikop ini, dijelaskan tentang daftar nama. Daftar nama-nama suku bangsa Israel setelah kembali dari pembuangan. Apa sih artinya? Orang-orang Israel yang datang ke Yerusalem dalam bacaan ini bukanlah pemudik tahunan. Mereka kembali setelah dibuang ke negara lain sekian lama. Mereka pulang karena merespons maklumat yang dikeluarkan oleh Raja Koresy. Mereka kembali ke tempat di mana identitas dan martabat mereka sebagai bangsa akan dipulihkan. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan mereka. Ada harapan untuk kehidupan yang lebih baik, tapi pasti terselip juga kecemasan apakah memang kehidupan mereka di kampung halaman akan lebih baik.

Setelah pembangunan tembok selesai, Nehemia membuat rencana untuk memenuhi kota itu dengan orang-orang yahudi murni. Daftar orang-orang yang kembali bersama Zerubabel menjadi dasar untuk menentukan kemurnian dalam kelompok pemuka, penguasa, dan rakyat. Pembagian agar masing-masing mereka bisa berfungsi secara tepat dan optimal dalam pemerintahan dan masyarakat di kota Yerusalem. Strategi ini penting agar kelak tidak terjadi kekacauan karena penempatan orang yang tidak tepat dalam jabatan maupun fungsi kemasyarakatan. Misalnya , ditemukan sejumlah keluarga yang tidak jelas asal usulnya, walaupun mereka mengklaim dari keturunan imam(ay 61:65). Akibatnya mereka tidak boleh melayani sebagai imam sampai dapat dibuktikan bahwa mereka memang keturunan imam.

1. Daftar nama adalah identitas. 

Silsilah merupakan hal yang sangat penting di Israel pada zaman purba. Seseorang yang tidak mengetahui perihal suku atau bangsanya, dianggap sebagai orang yang tidak cakap.  Silsilah tidak saja menunjuk pada suku dan bangsa seseorang, tetapi juga menunjuk pada hubungan kekerabatan. Hal ini penting, untuk menjauhkan mereka dari suatu kesalahan, terutama yang berhubungan dengan perkawinan.

2.Daftar nama diperlukan untuk ketertiban.

Pendaftaran nama-nama tersebut dibuat dengan memerhatikan tempat tinggal mereka, fungsi-fungsi mereka dalam kaitan dengan pelayanan kerohanian, dan pelayanan pemerintahan atau kemasyarakatan. Dalam kasus mereka menolak orang-orang yang tidak murni keturunan Lewi dari pelayanan imam, menunjukkan bahwa pendaftaran ini bertujuan menyiapkan struktur komunitas yang serasi dengan yang nenek moyang mereka pernah miliki sebagai umat Allah. Untuk hal ini orang Israel tidak mau main-main. Dengan tegas mereka menyatakan bahwa orang-orang yang tidak tahir tidak boleh menjabat sebagai imam. 

3.Daftar nama diperlukan untuk strategi pelayanan yang tepat

Pembagian agar masing-masing mereka bisa berfungsi secara tepat dan optimal dalam pemerintahan dan masyarakat di kota Yerusalem. Strategi ini penting agar kelak tidak terjadi kekacauan karena penempatan orang yang tidak tepat dalam jabatan maupun fungsi kemasyarakatan. Misalnya , ditemukan sejumlah keluarga yang tidak jelas asal usulnya, walaupun mereka mengklaim dari keturunan imam. Akibatnya mereka tidak boleh melayani sebagai imam sampai dapat dibuktikan bahwa mereka memang keturunan imam. Sebagai umat Tuhan kita betapa perlunya kita  menata kehidupan, baik dalam rumah tangga, dalam jemaat, bahkan dalam masyarakat. Hal demikian supaya hidup kita tertib, jemaat yang hidup dalam kebersamaan, dan sebagai bagian dari warga masyarakat mentaati aturan. Dengan demikian  kita memperlihatkan hidup di dalam terang. Amin!

(Pdt.Kristinus Unting, M.Div)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar