Renungan GKE

Selasa, 26 November 2013

KUNCI MERAIH KEBAHAGIAAN



Mazmur 119:1-13

“Kebahagiaan”……Oh, semua manusia pasti mendambakannya. Tapi apa sih sebenarnya sesuatu yang bernama “kebahagiaan” itu? Di mana kita dapat menemukannya? Samakah “kebahagiaan” dengan “kesenangan”? Kebahagiaan adalah hakikat kehidupan, cahaya bening yang dihembuskan dari langit, dari Sang sumber kebahagiaan sejati, diturunkan ke lubuk hati orang beriman! Ya, itulah sumber kebahagiaan sejati, Kebahagiaan selalu tampak kecil saat Anda mendapatkannya, tapi coba biarkan kebahagiaan itu pergi. Saat itulah Anda akan merasakan betapa besar dan berharganya kebahagiaan itu.

Kebahagiaan sejati laksana cahaya bening, murni nan elok. Walau diremukkan dalam jutaan keping, namun berkas-berkas cahayanya mampu menembus hingga di sepanjang lorong-lorong kehidupan! Kebahagiaan selalu bersifat konsisten terhadap situasi apa pun. Baik suka atau duka. Susah atau senang. Kebahagiaan yang tidak konsisten, bukanlah kebahagiaan. Tetapi lebih tepat disebut “kesenangan”. “Kebahagiaan lebih dari sekedar “kesenangan”. Kesenangan relative sifatnya. Bisa jadi hari ini senang, besok kecewa! Itu belumlah dalam arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Apa sih rahasinya untuk meraih kebahagiaan? Kebahagiaan itu adalah pilihan. Boleh jadi Anda membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi Anda. Dan boleh jadi Anda mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi Anda. Allah maha mengetahui, sedangkan kita terbatas untuk mengetahui segala sesuatu. Allah adalah sumber kebahagiaan sejati. Karenanya setiap orang yang menjatuhkan pilihannya pada apa yang Allah mau, maka merekalah yang menemukan kebahagiaan sejati itu. Tetapi bila orang menjatuhkan pilihannya hanya sekedar dari apa yang ia suka, nah….nah…nah…itulah namanya kesenangan. Yang namanya kesenangan tidak akan pernah konsisten terhadap keadaan! Apakah pilihan-pilihan Anda selama ini didasarkan pada apa kehendak Tuhan? Atau hanya sekedar apa yang Anda senang?

Kita tak perlu jauh-jauh mencari kebahagiaan. Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang harus dicari di luar, tetapi sebenarnya ada mulai dari dalam diri kita sendiri. Bersemayam di dalam hati. Firman Tuhan berkata: “ Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Mat. 5:7). Apakah Anda memiliki kemurahan hati?Ya, itulah kunci pertama meraih kebahagiaan! Lalu berikutnya? Nah, ini! Laksanakan apa yang Tuhan perintahkan. Takutlah akan Tuhan, “Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada perintah-Nya (Mzm. 112:1). Anda tak akan pernah menemukan kebahagiaan yang sempurna jika Anda tidak memiliki ketaatan dan rasa takut akan Tuhan!

Kebahagiaan…..Oh, kebahagiaan….. siapakah orang yang telah mendapatkannya? Orang yang paling bahagia adalah orang yang memiliki hati yang ikhlas! Belajarlah menyingkirkan ketakutan, kesedihan, kekuatiran yang berlebihan, yang merintangi Anda meraih kebahagiaan! Sikap bersungut-sungut hanya melahirkan kekecewaan. Kekuatiran hanyalah biang yang menciptakan aneka jalan pintas yang menyesatkan! Pembuka jalan kesenangan yang tidak jarang bukanlah jalan Tuhan! Karenanya, hanya orang yang ikhlaslah yang mampu mensyukuri apa yang ada, menjadikan gubuk bambu bagai istana raja, dipan reot layaknya tempat pembaringan di hotel berbintang lima!

Kebahagian…..Oh, kebahagiaan……Apakah Anda telah mendapatkannya? Bila benar Anda telah mendapatkannya maka ciri yang paling nyata terlihat ia mampu berbagi dengan apa yang ia miliki untuk membahagiakan orang lain! Di sinilah bedanya! Kesenangan berangkat dari keserakahan hati, keinginan daging, dari apa yang harus aku dapatkan, yang sekiranya aku senang. Sedangkan kebahagiaan berangkat dari kekayaan hati, dari apa yang dapat aku berikan, “Adalah lebih berbahagia member dari pada menerima.” (Kis. 20:35b). Astaga! Inikah kebahagiaan itu? Jawabnya adalah “Ya”, bila yang Anda cari adalah kebahagiaan sejati. Jawabnya mungkin “tidak”, bila yang anda cari hanyalah soal kesenangan dunia yang sementara! Apa yang Anda cari sebenarnya? Amin!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar