Renungan GKE

Selasa, 26 November 2013

MENUJU KEDEWASAAN IMAN



Ibrani 12:1-17

Kitab Ibrani adalah suatu kitab yang berisi pokok paling menonjol tentang soal “iman” (pasal 11; Ibr 11:1-40).Tentang kitab Ibrani,Johannes Schneider pernah menulis bahwa, “surat Ibrani sangat seadanya dalam menilai kehidupan nyata dari jemaat-jemaat. Penulisnya memahami berbagai bahaya yang mengancam umat Allah di atas muka bumi ini. Oleh karena itu surat ini menasihatkan untuk berpegang teguh pada iman dan jangan tidak setia kepada Kristus” (the letter to the hebrews, hlm. . Rasul Paulus sendiri mendefinisikan iman dalam kitab Ibrani bahwa,“iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”(ibrani 11:1).

Iman yang benar selalu didasarkan pada iman yang dari Allah dan tertuju kepada allah. Per­caya kepada Allah bahwa Ia benar dan dapat diandalkan, lalu mempercayakan diri kepada-Nya, dan taat serta setia kepa­da-Nya. Dapat dikatakan bahwa iman adalah membenarkan dengan “hati” maksudnya membenarkan segala apa yang datang dari Allah, serta menerima dengan ikhlas tanpa syarat. Iman adalah mengikrarkan dengan “lisan” maksudnya mengucapkan pernyataan tentang apa dan kepada siapa yang kita imani. Iman adalah melaksanakan dengan “perbuatan” maksudnya hati mengamalkan dalam bentuk keyakinan, lisan mengamalkan dalam bentuk perkataan, sedangkan “tindakan” melaksanakan segala konsekuensinya dalam berbagai bentuk aktivitas perbuatan sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Nas ini menyebutkan beberapa ciri-ciri orang bertekun dalam iman, antara lain:

1. Orang yang mau menanggalkan dosanya (ayat 1)

Orang yang mau bertekun dalam iman harus mau menanggalkan dosanya, mengapa? Sebab satu dosa akan menyebabkan dosa-dosa lain. Mengapa banyak orang kristen yang tidak mau menanggalkan dosanya? Karena dosa itu begitu nikmat dan mengikat. Jika dosa dipelihara, maka konsekuensinya adalah sangat sulit daam pertumbuhan iman, tetapi jika dosa itu ditanggalkan, akan mendatangkan berkat-berkat Allah.

2. Orang yang bertekun dalam perlombaan iman (ayat 1)

Hidup ini adalah perlombaan. Jika hidup adalah perlombaan maka ketekunan pun diperlombakan yaitu ketekunan dalam iman. Perlombaan itu wajib. Kalau ketekunan dalam iman. Perlombaan itu wajib bagi kita, setiap kita mau tidak mau sebenarnya masuk dalam perlombaan yang wajib. Kalau ketekunan iman diperlombakan maka harus ada pemenang, maka dari itu kita disebut lebih dari pemenang karena perlombaan. Perlombaan ini berbeda dengan perlombaan-perlombaan yang dunia tawarkan, perlombaan ini akan mendatangkan kehidupan yang kekal. Sebab firman Tuhan berkata “orang hidup oleh iman”

3. Orang yang tetap tertuju kepada Yesus (ayat 2-4)

Orang yang bertekun dalam iman adalah orang yang matanya tertuju kepada Yesus, sebab sering kali ketika pencobaan, ujian datang mata kita bukan tertuju kepada Yesus, tetapi kepada persoalan.

4. Orang yang mau dididik oleh Tuhan (ayat 5-6)

Orang yang tekun dalam iman adalah orang yang mau didik oleh tuhan. Kadang kala didikan Tuhan itu tidak mendatangkan sukacita tetapi dukacita (ayat 11). Jangan kita menggap enteng didikan Tuhan. Tuhan mendidik kita melalui firmannya, melalui hamba tuhan dengan berbagai cara.

Apakah saat ini iman anda tengah mengalami tantangan dan mengalami berbagai kesulitan? Jangan kecil hati. Lihatlah itu sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup kita sebagai orang beriman. Berjalanlah terus dalam iman. Apabila semua itu berlalu, dan anda akan keluar sebagai pemenang (ay.12). Iman Kristen memang tidak mengajarkan kita untuk mencari-cari penderitaan. Tapi iman memberikan kita kesanggupan untuk merangkulnya sebagai bagian dari berkat Tuhan. Mencari-cari penderitaan tanpa dasar dan tujuan serta tidak berhubungan dengan iman adalah sebuah kekonyolan. Tetapi toh pun jika harus menderita demi mempertahankan iman, maka itu adalah kualitas hidup tertinggi dari seseorang yang beriman. Amin!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar