Renungan GKE

Minggu, 22 Juli 2012

ALLAH MENGHENDAKI UMATNYA HIDUP DALAM KEKUDUSAN


Ulangan 23:9-14

Allah menghendaki kehidupan umat-Nya yang kudus. Hati dan pikiran yang kudus akan menghasilkan perbuatan yang kudus juga. Kudus artinya orang yang dipisahkan. Orang yang bertobat ada materai anak domba ALLAH, sedang orang yang belum bertobat tidak ada tanda materai ALLAH. Karena kita disebut sebagai bangsa yang kudus, imamat rajani dan umat kepunyaan ALLAH sendiri ( 1 Petrus 2:9).   

Hidup yang kudus merupakan pintu masuk dimana berkat Allah akan dinyatakan dalam hidup kita. “Apabila engkau maju dengan tentaramu melawan musuhmu, maka haruslah engkau menjaga diri terhadap segala yang jahat….sebab TUHAN, ALLAHmu, berjalan dari tengah-tengah perkemahanmu untuk melepaskan engkau dan menyerahkan musuhmu kepadamu; sebab itu haruslah perkemahanmu itu kudus, supaya jangan Ia melihat sesuatu yang tidak senonoh di antaramu, lalu berbalik dari padamu.” (ay.23:9,14).

Demikian juga dikatakan:  “Apabila ada diantaramu seorang laki-laki yang tidak tahir disebabkan oleh sesuatu yang terjadi diatasnya pada malam hari maka haruslah ia pergi keluar perkemahan, janganlah ia masuk kedalam perkemahan. Kemudian menjelang senja haruslah ia mandi dengan air, dan pada waktu matahari terbenam, ia boleh masuk kembali ke dalam perkemahan.” ( Ulangan 23:10,11. ) ALLAH mau kita memikirkan tentang hal-hal yang kekal yaitu tentang ibadah, tentang bagaimana kita memuji dan menyembah Dia, bagaimana menyenangkan hatinya. “ Pikirkanlah perkara yang diatas, bukan yang dibumi ( Kolose 3:2 ).

Dalam nas ini (ayat 9-14) lebih berkaitan dengan kebersihan diri dalam bersekutu dengan umat Tuhan. Masalah identitas yang dulu mengikat Israel, sekarang dalam terang Perjanjian Baru diperjelas makna rohaninya. Identitas umat Tuhan bukan terletak pada pernah menjadi penyembah berhala, anak haram hasil perzinahan di kuil, anggota dari suatu bangsa yang jahat, atau tidak. Melainkan setiap orang yang mengaku Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya adalah bagian dari umat Tuhan.

Pengenalan akan jati diri sebagai umat Tuhan adalah hal yang mendasar dan penting. Umat Tuhan adalah umat yang dikuduskan, umat yang menjaga diri dari hal-hal yang najis. Maka persoalannya bukan siapa aku dulu, tetapi siapa aku sekarang yang menentukan apakah aku termasuk umat Tuhan atau tidak.

Karena itu, kita harus menjaga kekudusan hati kita, kita harus menjaga hati kita dengan penuh kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan. Kita menjaga hati kita sebab dari sinilah ALLAH menilai hidup kita., perhatikan khotbah TUHAN YESUS diatas bukit: “ Tetapi Aku berkata kepadamu : setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” ( Matius 5:28 ). AMIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar