Renungan GKE

Minggu, 22 Juli 2012

MENCARI RASA AMAN YANG PALSU


Yohanes 12:12-19

Banyak orang tergoda untuk menjadikan Tuhan sebagai pembebas dalam rangka mendapatkan rasa aman yang sementara dan bersifat duniawi saja. Bebas dari penjajahan, sakit penyakit, kemelaratan, dan berbagai kekuatiran hidup lainnya. Tuhan lalu diburu lewat doa dan mujizat. Bila ini didapatkan, nah ini baru Tuhan! Rasa kagum dan hormat pun dikumandangkan. Ribuan ucapan syukur dalam bentuk kesaksian-kesaksian pastilah dilakukan. Tetapi bagaimana bila ini tidak nampak dan tidak didapatkan? Akh, disini rupanya tidak ada Tuhan! Orang mulai bersungut-sungut dan memburunya ke tempat lain sekira mendapatkannya.

Di sisi lain, tidak jarang Gereja juga ikut terseret untuk berlaku sebagai "sang pembebas" untuk mendapatkan rasa aman yang sementara. Sembuh dari sakit, kebahagiaan, kemurahan rejeki segala macam ditawarkan. Doa dan mujizat dianggap sebagai satu-satunya yang paling spesial untuk dijajakan. Berbagai bentuk kemasan disajikan semenarik mungkin. Tidak jarang, reklame dan iklan turut sebagai pendukung untuk menyemarakkan. Sadar atau tidak, Gereja lalu hanya berfungsi sebagai penjaja doa dan mujizat semata dan sebatas menambah jumlah anggota!

Hal yang demikian membuat Gereja terserat dan semakin kehilangan tujuan yang sebenarnya. Untuk mewartakan suara kenabian atas ketidakadilan dan ketidakbenaran. Pertobatan dan pengampunan. Bahwa tujuan hidup yang sesungguhnya adalah keselamatan, bukan sekedar nikmat-nikmat dunia saja yang harus didapat. Itu memang perlu, tetapi bukanlah satu-satunya yang maha penting. Kita beriman, bukanlah sekedar menjadi  pemburu doa dan mujizat semata. Menghabiskan waktu hanya urusan mimbar dan ceramah semata. Tetapi terjun langsung di dunia nyata, di berbagai bentuk keprihatinan kemanusiaan hingga ke titik nadir yang terdalam.

Memasuki Minggu Sengsara ke VII ini, kita semua disadarkan akan tugas panggilan kita. Banyak godaan yang dapat melencengkan tugas-tugas profetik kenabian kita. Bahwa tugas kita bukanlah hanya sebatas penjaja doa dan mujizat semata. Tugas beriman kita juga tidak hanya sebatas memburu doa dan mujizat saja. Sebatas mencari rasa aman dan nikmat-nikmat duniawi yang sementara! AMIN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar