Renungan GKE

Jumat, 20 Juli 2012

KETIKA “RUPIAH” DIJADIKAN SEBAGAI “ALLAH”


Pengkhotbah 5:9

“Rupiah”…..!! Apakah ada di antara kita yang masih ingat sebuah syair lagu yang bertutur tentang “Rupiah”? Penggalan syair lagu tersebut berbunyi demikian, kalau tidak salah: “Tiada orang yang tak suka, pada yang bernama RUPIAH….. Walau pun harus nyawa, menjadi taruhannya…..”

Oh, “Rupiah”….. Benarkah begitu saudara? Bukankah begitu kenyataannya, saudara? Dan oh, ya….. bukankah hanya demi mendapatkan "Rupiah"  tidak jarang orang sampai terpaksa rela menjual harga diri dan kehormatan?! Bahkan juga sampai menjual iman?!

Oh, “Rupiah”….. entah kenapa..... bila dengan jujur kita kita melihat kenyataan, seolah ia bagai “tuhan” bagi manusia. Ketika ia berkuasa menyulap putih jadi hitam, atau hitam jadi putih, manusia seolah berlutut menyembahnya saja…..

Celakanya juga…. Bila si “Rupiah”  angkat bicara, saudara sendiri bisa jadi musuh, dan musuh bisa menjadi seperti saudara. “Rupiah”  juga rupanya sanggup merobohkan tembok-tembok moral-etika, membutakan mata hati, dan seolah gampang saja melanggar hukum Tuhan seperti yang tersurat dalam Firman. Ya, itulah bahayanya bila “Rupiah” dijadikan “Allah”.

Kita memang tidak bisa meremehkan arti “Rupiah” dalam kehidupan, karena resep obat tidak ada yang gratis murahan, atau soal mengganjal perut yang selalu terjadwal menagih keroncongan, juga soal bayar uang sekolah demi masa depan. Tapi masalahnya saudara… bila hidup ini hanya melulu soal “Rupiah”, di otak melulu “Rupiah”, siang malam kerja mati-matian tak kenal lelah hanya jadi budak “Rupiah”! Nah...nah...nah...! Waspadalah.....!!

Mari kita sadari bersama, saudara-saudara. Karena nanti ketika kita mati, kita tidak membawa apa-apa. “Rupiah” sekali pun sudah tidak cukup berharga. Sebab akhirnya yang paling menentukan adalah iman kita kepada Allah! AMIN! *(KU).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar